9:30pm (Produktifku)

Dihari ku yang sepertinya dalam 3 bulan ke depan ini akan tidak produktif, aku berpikir untuk membuat lebih produktif. Seperti berburu foto. Aku suka fotografi. Tapi aku masih belajar dan lensa yang kugunakan masih lensa standar. Tidak terlihat jago, setidaknya sudah mulai mencoba. Hehe.

11:00pm (Sewaktu Malam)

Malam ini ada yang berbeda pada semesta. Ya, bulan nampak besar di atas sana. Aku bahagia melihatnya. Pemandangan langka seperti ini tidak boleh dilewatkan. Aku memutuskan duduk di belakang mobil dengan pintunya yang terbuka untuk menikmati bulan malam ini. Ditemani dia, yang akhir-akhir ini membuat hariku berwarna.

Kulihat tadi dia tersenyum lucu melihatku memandangi bulan seperti oran gila. Aku sadar, dia tak melepaskan pandangannya dariku. Ah, aku jadi gugup. Aku terus melihat bulan. Aku malu untuk menengok dia.

Kemudian aku beranikan menengoknya. Dia tertawa sambil mengelus kepalaku lalu merangkulku masuk kepelukannya.

Malam ini sangat indah. Aku menghabiskan malamku di bawah bulan yang besar dengannya, dipelukannya. Aku tak henti tersenyum. Dia pun tak henti mengecup ubun-ubunku.

6:40pm (Sebuah Senjaku)

Di seberangku, tampak matahari akan pulang. Aku sempatkan untuk mengucapkan perpisahan. Ditemani dia, seseorang yang akhir-akhir ini menemaniku. Aku nikmati senjaku. Kami bercerita tentang senja dan apa saja yang akan kami lakukan besok ketika senja datang lagi. Sore ini terasa berbeda, tidak seeprti biasanya. Dia terlihat sakit dan kurang bersemangat. Tapi tak henti bercerita tentang masa depan. Aku menatapnya dengan kasihan.

Sayang, matamu terlihat merah. Wajahmu lesu. Ada apa?

Dia tersenyum sambil mengelus kepalaku. Dia berkata bahwa ia hanya lelah bekerja hari ini. Aku menghela napas. Lalu bersandar pada pundaknya.

Tempat ini terasa milik berdua. Padahal, di belakang kami ada orang lain. Kami tak menghiraukannya. Dia terus bercerita sambil sesekali menggelitikku. Aku terus tertawa. Gelitiknya sebenarnya tak terlalu geli. Namun, wajah imutnya yang menggodaku membuatku geli. Dia begitu sennag menggodaku. Tak pernah aku rasakan sedih ketika bersamanya. Ya, dia membuatku bahagia.

5:04pm

​Bagaimana cara aku melampiaskan rasa cintaku padamu?
Mendoakanmu. Dalam tiap shalat, aku tak lupa menyebut pula namamu dalam doa. Kamu tak perlu ada di sini untuk aku sentuh karena kamu sangat tidak memungkinkan untuk aku sentuh. Kamu tak perlu tau sekarang bahwa aku mencintaimu. Cukup Tuhan dan aku yang tahu bahwa saat ini aku sungguh inginkan kamu. Jodoh memang kita yang berusaha mencari dan Tuhan yang merestui. Aku percaya, jika Tuhan merestui dan mengabulkan doaku, kita akan bersama. Tuhan akan memupuk rasa cintamu padaku dalam hatimu. Kemudian aku akan memetik cinta itu. 

12:13am

Pertama, syaa berterima kasih kepada manusia yang sudah mau membaca kicauan saya yang tidak jelas ini. Saya hanya sharing apa yang saya alami.
Beberapa orang suka nanyain saya, “audi pacarnya siapa?” Bahkan keluarga dan teman dari orang tua saya bertanya hal yang serupa.
Dengan santai, saya menjawab, “tidak. Saya tidak pacaran hehe.” Begitupun dengan orang tua saya. Dengan ringan menjawab,”audinya tidak pacaran.”

Ya memang, dulu dulu saya sempat merasakan namanya pacaran dan menjalin hubungan lebih dari sekedar sahabat. Tapi untuk kali ini, saya berpikir untuk lebih baik istirahat dulu ‘cinta-cintaan’nya.

Kenapa?

Baca lebih lanjut

12:43am

Hai! Lama tak menyentuh blog. Hehe. Sibuk.

Cuma mau cerita. Ada banyak teman sekolah saya yang bertanya,

•bagaimana bisa saya berteman dengan orang-orang luar area sekolah maupun luar komplek perumahan?

Saya tipe orang yang berani buat berkenalan dengan orang baru. Itu yang membuat saya punya banyak teman di luar dari area sekolah dan komplek perumahan saya. Keluar zona nyaman itu perlu. Tapi tetap berhati-hati karena dunia ini tak melulu orang baik. Saya berkenalan dengan teman-teman saya itu lebih banyak lewat media sosial seperti instagram. Kemudian melalui event-event. Lalu juga melewati perantara orang ketiga. Misalnya, saya punya teman. Kemudian teman saya ini memperkenalkannya pada temannya ini. Seperti itu.

•Ga difilter?

Ya tentu difilter. Dengan kenalan terlebih dahulu, kita jadi tau seperti apa orang tersebut. Kalau menurut saya dia akan menjadi pengaruh buruk untuk saya, ya saya tinggalkan. Pilih-pilih teman itu harus. Untuk menghindari hal yang tidak diinginkan.

Baca lebih lanjut

Jogja #latepost

Siang ini hari ke 2 di Jogja dan sendirian.

Melepaskan seseorang yang pernah memohon-mohon pada saat itu untuk diberi kesempatan, yang menangis tengah malam dalam percakapan dewasa dengan saudaraku memohon agar aku kembali yang akhirnya tanpa paksaan pun aku kembali. Dia berjanji.

Janji dibuat untuk diingkari. Oh ya? Tidak. Hanya manusia yang bodoh dan tak tau makna janji saja yang mengingkari.

Tak berat melepasnya karena aku tak menjadikannya beban. Aku hanya tak mau liburan singkatku ini hancur hanya karena satu manusia yang berkhianat. 

Berat melepasnya karena hari-hariku selalu diawali dengan selamat pagi dan diakhiri selamat tidur. 

Berat melepasnya karena dia yang paling sabar padaku.

Namun, berat itu tak kurasakan ketika yang aku tau bahwa sesungguhnya kamu hanya seseorang yang haus belaian perempuan, yang ingin seorang perempuan itu selalu ada setiap saat yang padahal kita semua tau, semua orang butuh waktu sendiri.

Aku punya alasan kenapa aku tak ingin bertemu. Namun tak usah kujelaskan karena sangat menyita waktu menulis alasan sepanjang itu dan menyita waktumu untuk membacanya (kalau kamu mungkin membacanya).

Terakhir, 

Aku sadar dari awal kamu tak baik untukku. Kalau saja dari awal aku sudah menyerah padamu, tak mungkin bisa sejauh ini yang sampai akhirnya kamu yang menyerah.

Kamu orang baik yang tak baik untukku.

Goodnight 🌙🌙🌙