SEMESTA

Tanyakan pada mentari dan rembulan mengapa mereka jenuh padaku.

Tanyakan pada gemerlap bintang mengapa mereka tak lagi berbicara padaku.

 

Mentari dan rembulan jenuh padaku,

karena mereka tahu, aku selalu menunggumu di setiap pagi dan malam mereka. Mereka tahu, menunggumu itu tidak berarti karena kamu tak akan pernah datang. Mereka tahu bahwa raga ku sesungguhnya tak tahan. Mereka mencoba untuk menyadarkanku. Namun, aku terlalu sibuk menunggumu. Aku bertengger pada mereka untuk suatu hal yang sia-sia. Mentari dan rembulan jenuh.

 

Gemerlap bintang tak lagi berbicara padaku,

karena mereka tahu, aku selalu menghias malamku dengan membayangkan senyummu pada gemerlapnya bintang. Mereka lelah terhadapku. Untuk apa aku menggambar senyum pada bintang-bintang malam sedangkan kamu bahkan mengingatku saja tidak pernah. Mereka mencoba menyadarkanku. Namun, aku terlalu sibuk merangkai senyummu pada ramainya bintang malam di langit. Bintang marah dan tak lagi bicara padaku.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s