Jogja #latepost

Siang ini hari ke 2 di Jogja dan sendirian.

Melepaskan seseorang yang pernah memohon-mohon pada saat itu untuk diberi kesempatan, yang menangis tengah malam dalam percakapan dewasa dengan saudaraku memohon agar aku kembali yang akhirnya tanpa paksaan pun aku kembali. Dia berjanji.

Janji dibuat untuk diingkari. Oh ya? Tidak. Hanya manusia yang bodoh dan tak tau makna janji saja yang mengingkari.

Tak berat melepasnya karena aku tak menjadikannya beban. Aku hanya tak mau liburan singkatku ini hancur hanya karena satu manusia yang berkhianat. 

Berat melepasnya karena hari-hariku selalu diawali dengan selamat pagi dan diakhiri selamat tidur. 

Berat melepasnya karena dia yang paling sabar padaku.

Namun, berat itu tak kurasakan ketika yang aku tau bahwa sesungguhnya kamu hanya seseorang yang haus belaian perempuan, yang ingin seorang perempuan itu selalu ada setiap saat yang padahal kita semua tau, semua orang butuh waktu sendiri.

Aku punya alasan kenapa aku tak ingin bertemu. Namun tak usah kujelaskan karena sangat menyita waktu menulis alasan sepanjang itu dan menyita waktumu untuk membacanya (kalau kamu mungkin membacanya).

Terakhir, 

Aku sadar dari awal kamu tak baik untukku. Kalau saja dari awal aku sudah menyerah padamu, tak mungkin bisa sejauh ini yang sampai akhirnya kamu yang menyerah.

Kamu orang baik yang tak baik untukku.

Goodnight 🌙🌙🌙

Iklan