6:40pm (Sebuah Senjaku)

Di seberangku, tampak matahari akan pulang. Aku sempatkan untuk mengucapkan perpisahan. Ditemani dia, seseorang yang akhir-akhir ini menemaniku. Aku nikmati senjaku. Kami bercerita tentang senja dan apa saja yang akan kami lakukan besok ketika senja datang lagi. Sore ini terasa berbeda, tidak seeprti biasanya. Dia terlihat sakit dan kurang bersemangat. Tapi tak henti bercerita tentang masa depan. Aku menatapnya dengan kasihan.

Sayang, matamu terlihat merah. Wajahmu lesu. Ada apa?

Dia tersenyum sambil mengelus kepalaku. Dia berkata bahwa ia hanya lelah bekerja hari ini. Aku menghela napas. Lalu bersandar pada pundaknya.

Tempat ini terasa milik berdua. Padahal, di belakang kami ada orang lain. Kami tak menghiraukannya. Dia terus bercerita sambil sesekali menggelitikku. Aku terus tertawa. Gelitiknya sebenarnya tak terlalu geli. Namun, wajah imutnya yang menggodaku membuatku geli. Dia begitu sennag menggodaku. Tak pernah aku rasakan sedih ketika bersamanya. Ya, dia membuatku bahagia.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s