Jogja #latepost

Siang ini hari ke 2 di Jogja dan sendirian.

Melepaskan seseorang yang pernah memohon-mohon pada saat itu untuk diberi kesempatan, yang menangis tengah malam dalam percakapan dewasa dengan saudaraku memohon agar aku kembali yang akhirnya tanpa paksaan pun aku kembali. Dia berjanji.

Janji dibuat untuk diingkari. Oh ya? Tidak. Hanya manusia yang bodoh dan tak tau makna janji saja yang mengingkari.

Tak berat melepasnya karena aku tak menjadikannya beban. Aku hanya tak mau liburan singkatku ini hancur hanya karena satu manusia yang berkhianat. 

Berat melepasnya karena hari-hariku selalu diawali dengan selamat pagi dan diakhiri selamat tidur. 

Berat melepasnya karena dia yang paling sabar padaku.

Namun, berat itu tak kurasakan ketika yang aku tau bahwa sesungguhnya kamu hanya seseorang yang haus belaian perempuan, yang ingin seorang perempuan itu selalu ada setiap saat yang padahal kita semua tau, semua orang butuh waktu sendiri.

Aku punya alasan kenapa aku tak ingin bertemu. Namun tak usah kujelaskan karena sangat menyita waktu menulis alasan sepanjang itu dan menyita waktumu untuk membacanya (kalau kamu mungkin membacanya).

Terakhir, 

Aku sadar dari awal kamu tak baik untukku. Kalau saja dari awal aku sudah menyerah padamu, tak mungkin bisa sejauh ini yang sampai akhirnya kamu yang menyerah.

Kamu orang baik yang tak baik untukku.

Goodnight 🌙🌙🌙

22:05

Foto itu.

Seketika membuatku teringat akan sesuatu, kamu.

Kamu yang mungkin tak pernah mengingatku lagi. Tapi aku kadang terpikir kamu.

Aku sadar, dunia ini memang penuh ketidakadilan. Termasuk yang terjadi sekarang.

Namun berpikir untuk menerima kenyataan bahwa aku bukan lagi segalanya bagimu dan kamu masih saja membayang dalam diriku mungkin sesuatu yang bijak.

Ini sudah berlangsung lama dan kamu masih saja melayang di pikiranku. Curang.

Percayalah, cukup sulit untukku. Meskipun sekarang ada orang lain yang datang padaku. Sesungguhnya masih ada ruang dihatiku yang berisi separuh hatimu.

01:41

Tidak tahu menulis apa, acak acakan. Galauan anak kecil. Efek susah tidur malam ini.

Hai,

Aku seorang yang pemilih. jangan salahkan aku. aku memang pemilih. aku memilih mana yang baik untukku dan mana yang tidak. kalau aku salah, aku tidak akan menyesal dan tidak akan mengulanginya lagi. prinsip.

Banyak orang berpikir bahwa apa yang kita pikirkan itu salah.

Baca lebih lanjut

Yang dirasa sudah tepat, ternyata sama sekali tidak tepat. Terlalu berharap pada sesuatu yang terlihat tepat, sempurna. Hei, sadarlah. Dunia ini penuh tipuan. Seindah intan yang diam diam dapat membunuhmu hanya dengan satu goresan. 

7:15 pm

Tak selamanya perasaan bisa dan harus diungkap.

Ada yang harus diungkapkan, ada yang tak perlu diungkapkan, ada juga yang terserah mau diungkapkan atau tidak.

Kadang ada yang harus diungkapkan tapi tidak diungkapkan karena malu. Akhirnya? Menyesal, ahiya kenapa tidak aku ungkapkan saja kemaren?

Kadang ada yang seharusnya tidak diungkapkan tapi terucap. Akhirnya? Menyesal, harusnya tidak kuucapkan, itu memalukan.

 

 

9:24pm

Kalau kecantikan yang membuatmu cinta, bagaimana jika waktu tua datang? Kau tinggalkan aku?

Kalau definisi cinta menurutmu itu selalu dekat, bagaimana jika kau harus berangkat memenuhi panggilan pemimpinmu? Kau tinggalkan aku?

Kalau hartaku adalah maksudmu, bagaimana jika itu habis dimakan alam? Kau tinggalkan aku?

Mendambakan yang terlihat memang tak ada habisnya tapi tak ada yang lebih indah dari kasih sayang.

Cancel semua yang ga berpengaruh sama masa depan. Lupain semua masalah yang ga ada hubungannya sama masa depan. Ambil semua kesempatan tentang masa depan because your life is about future bukan sesuatu yang temporary.